MUSDES PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING DI DESA TUMPENG

Tumpeng, Senin 27 Oktober 2025 bertempat di Balai Desa Tumpeng, dilaksanakan kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) Pencegahan dan Penurunan Stunting. Acara ini dihadiri oleh Camat Wonosari, Pendamping Desa, Ketua RT dan RW, Bidan Desa, Perawat Desa, Kader Desa, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Tumpeng, yang menyampaikan pentingnya peran bersama seluruh elemen masyarakat dalam menurunkan angka stunting di desa.
Selanjutnya, Camat Wonosari menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tim kesehatan desa, tetapi juga memerlukan intervensi spesifik dan sensitif yang melibatkan seluruh perangkat desa. Beliau menegaskan bahwa 70% upaya penanganan berasal dari desa, sementara 30% dilakukan oleh tim kesehatan.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan alokasi program desa tahun berjalan, antara lain:

20% untuk ketahanan pangan

30% untuk Kegiatan Desa Membangun (KDMP)

15% untuk BLT Desa

32% untuk pengelolaan desa

3% untuk operasional desa

Dari hasil pendataan, saat ini terdapat 12 anak stunting, 2 penderita TBC, dan 1 anak dengan gizi buruk di Desa Tumpeng.

Selanjutnya, Pendamping Desa menyampaikan pentingnya intervensi desa terhadap 12 kasus stunting tersebut, serta perlunya peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya stunting. Beliau juga menekankan perlunya rembuk stunting antara tokoh yang berwenang, serta pemberdayaan perempuan untuk memperkuat ekonomi keluarga terdampak stunting.

Kemudian Bidan Desa menjelaskan upaya penurunan stunting melalui pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan), serta menyoroti pentingnya pola asuh orang tua yang baik sebagai faktor pencegahan utama.

Dalam sesi selanjutnya, Pendamping Desa memaparkan program BUMDes terkait ketahanan pangan dan penggunaan dana desa. Disampaikan bahwa penyertaan modal BUMDes mencapai Rp244.393.600, dengan pengelolaan 8 ekor sapi beserta kandangnya. Kotoran sapi akan diolah menjadi pupuk organik, sebagai bagian dari inovasi desa dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi.
Pendamping Desa juga menyinggung perlunya perhatian terhadap kasus TBC dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan desa.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Tumpeng menambahkan pentingnya penanganan terhadap warga disabilitas, dengan mendorong solusi dan program konkret dari pemerintah desa untuk membantu mereka.

Musyawarah berjalan dengan lancar, penuh semangat kebersamaan dan komitmen bersama untuk menjadikan Desa Tumpeng bebas stunting, sehat, dan berdaya.